Prinsip dan Perbedaan Operasi Ultrasonik
Ultrasonic lifting, atau disebut juga ultrasonic skin lifting, bekerja dengan prinsip “point-focused heating” seperti kaca pembesar sinar matahari, dengan suhu tinggi 65°C, menggunakan probe dengan kedalaman berbeda sesuai area. Biasanya bisa memanaskan hingga lapisan fascia antara lemak subkutan dan otot, kedalaman sekitar 4,5 mm.
Metode ini memperkuat lapisan fascia, mirip daging yang mengerut saat dipanaskan, menarik kulit dan otot untuk efek lifting, sekaligus merangsang produksi kolagen, memperbaiki kondisi penuaan kulit, dan membuat kontur wajah lebih jelas.
Setelah treatment, kulit langsung terasa terangkat, beberapa jam pertama mungkin muncul kemerahan ringan, bengkak, atau rasa nyeri tipis, normal. Dalam 2–3 bulan berikutnya, efek menjadi lebih alami dan kencang seiring regenerasi kolagen.
Perbedaan RF dan HIFU?
Perawatan radiofrequency facelift (RF) dan ultrasound facelift (HIFU) sama-sama merupakan metode non-invasif untuk mengatasi masalah penuaan kulit. Berbeda dengan operasi facelift tradisional yang memerlukan sayatan pada kulit untuk mengangkat dan mengencangkan, RF dan HIFU bekerja dengan memanaskan jaringan kulit sehingga kulit menjadi kencang dan merangsang produksi kolagen. Cara ini juga dapat membuat kulit lebih kenyal dan terasa lebih tegang.
Area yang Dapat Dirawat dengan Ultrasound Lift (HIFU / Ultherapy)
Tindakan Pencegahan - Sebelum
1. Harap memberitahukan dokter jika sebelumnya area yang akan dirawat pernah menerima suntikan filler, silikon, thread lift, atau tindakan operasi lainnya.
2. 3 hari sebelum perawatan, hindari menggunakan obat oles yang mengandung AHA, glycolic acid, salicylic acid, atau sejenisnya, agar kulit tidak iritasi dan hasil perawatan optimal.
3. Riwayat medis sebelumnya harus diberitahukan kepada dokter agar tim medis memiliki pemahaman menyeluruh tentang kondisi kesehatan Anda.
4. Jika Anda memiliki gangguan sistem imun, harap memberitahukan dokter sebelum perawatan, sehingga prosedur dapat disesuaikan dengan kondisi khusus Anda.
Orang yang Tidak Cocok untuk Perawatan Ultrasound Lift (Ultherapy / HIFU):
- Memiliki luka terbuka
- Ibu hamil
- Penderita dermatitis / peradangan kulit
- Memiliki keloid / jaringan parut berlebih
- Memiliki jerawat berupa luka terbuka atau kista
Tindakan Pencegahan - Sesudah
1. Pada hari perawatan: hindari menggunakan makeup; setelah perawatan, makeup boleh digunakan segera, tetap perkuat perawatan pasca-ultrasound seperti melembabkan, menenangkan, dan menggunakan tabir surya.
2. Hindari makanan atau minuman yang merangsang, seperti rokok, alkohol, dan makanan pedas, karena dapat menghambat produksi kolagen dan mempengaruhi hasil perawatan.
3. Minggu pertama pasca-perawatan: disarankan tidak menggunakan produk pemutih, peeling dengan asam buah, atau scrub agar kulit tetap stabil.
4. Minggu kedua pasca-perawatan: hindari melakukan pijatan atau menarik kulit pada area yang dirawat.
5. Minggu kedua pasca-perawatan: hindari keringat berlebih atau berada di lingkungan panas untuk mendukung proses pemulihan.
1. Nama promosi ini berbeda dengan keterangan resmi pada brosur obat/alatan medis (beberapa informasi mungkin merupakan penggunaan di luar indikasi resmi atau disederhanakan agar mudah dipahami). Informasi ini hanya untuk referensi.
2. Nama prosedur, alat, dan efek yang sebenarnya merujuk pada penjelasan langsung dari dokter.
3. Halaman ini bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan medis dan edukasi kesehatan, bukan sebagai materi iklan.
4. Untuk informasi mengenai indikasi, kontraindikasi, efek samping, harap merujuk pada brosur resmi (dalam bahasa Tionghoa) dan penjelasan langsung dari dokter.