Nutrisi infus (Intravenous Nutrient Therapy, IV Nutrient Therapy, juga disebut infus vitamin atau suntikan nutrisi intravena) adalah metode pemberian vitamin, mineral, asam amino, dan nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh secara langsung ke aliran darah melalui pembuluh vena.Dibandingkan dengan suplemen oral, nutrisi infus dapat melewati proses pencernaan, sehingga nutrisi lebih cepat dan efektif masuk ke sel tubuh, membantu memulihkan energi tubuh dan meningkatkan daya tahan / sistem imun
Nutrisi Infus Tidak Hanya untuk Selebriti atau Atlet. Nutrisi infus kini semakin populer sebagai pilihan perawatan kesehatan rutin bagi orang modern yang sibuk. Kelompok yang Cocok Menggunakan Nutrisi Infus:
- Sering lembur / stres tinggi : Membantu menambah energi dan melawan kelelahan.
- Daya tahan tubuh rendah : Meningkatkan sistem imun, mengurangi risiko flu atau infeksi.
- Para atlet atau penggemar olahraga : Mempercepat pemulihan setelah olahraga dan mengurangi nyeri otot.
- Pasca operasi atau sakit : Membantu regenerasi jaringan dan mempercepat pemulihan.
- Perawatan kulit : Formula tertentu dapat merangsang sintesis kolagen, membuat kulit lebih cerah dan bercahaya.
Komposisinya mengandung vitamin C berkonsentrasi tinggi, vitamin B kompleks dosis tinggi, bahan pelindung hati, serta asam traneksamat, dan juga ditambahkan komponen penting dalam suntik pemutih yaitu “pelindung hati” untuk menjaga fungsi hati agar tetap normal.Infus metabolisme pemutih tidak hanya membantu mencerahkan kulit seluruh tubuh, tetapi juga membersihkan radikal bebas, meningkatkan detoksifikasi hati dan pembuangan racun, mempercepat metabolisme, serta mengatur keseimbangan hormon. Selain itu, infus ini menghambat aktivitas enzim tirosinase sehingga menekan pembentukan melanin.Jadi, hasilnya sangat baik untuk mengatasi kulit kusam, kekuningan, melasma, flek akibat sinar matahari, flek kehamilan, dan noda hitam.
Kelompok yang Perlu Konsultasi Dokter Terlebih Dahulu:
1. Alergi terhadap protein
2. Memiliki riwayat pembekuan darah / trombosis
3. Penderita diabetes
4. Mengidap penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung, ginjal, atau hati
Hal yang Harus Dihindari Sebelum Prosedur:
1.Tidak disarankan dilakukan saat perut kosong di pagi hari
2.Tidak disarankan dilakukan setelah mengkonsumsi alkohol
1.Hidrasi dan Metabolisme: Setelah prosedur, disarankan untuk minum banyak air, sekitar 2.000–3.000 cc per hari, untuk membantu fat cells yang mengalami apoptosis agar dimetabolisme dan dikeluarkan melalui sistem limfatik.
2. Rekomendasi Diet (3–5 Hari Setelah Prosedur) :
- Hindari makanan yang tinggi pati, gula, dan karbohidrat
- Hindari makanan olahan dan minuman manis
- Hindari makanan atau minuman yang bersifat iritatif, seperti rokok, alkohol, dan seafood bersisik/cangkang (contoh: udang, kepiting, kerang)
3. Tips untuk Mempertahankan Hasil dan Kesehatan :
- Jaga pola hidup yang baik dan cukup tidur
- Rutin berolahraga untuk menjaga metabolisme tetap sehat
- Tingkatkan sirkulasi limfatik agar fat cells yang mengalami apoptosis dapat dikeluarkan dengan lancar
- Pertahankan tubuh tetap kencang dan bentuk tubuh ideal
1. Nama promosi ini berbeda dengan keterangan resmi pada brosur obat/alatan medis (beberapa informasi mungkin merupakan penggunaan di luar indikasi resmi atau disederhanakan agar mudah dipahami). Informasi ini hanya untuk referensi.
2. Nama prosedur, alat, dan efek yang sebenarnya merujuk pada penjelasan langsung dari dokter.
3. Halaman ini bertujuan untuk memperkenalkan pengetahuan medis dan edukasi kesehatan, bukan sebagai materi iklan.
4. Untuk informasi mengenai indikasi, kontraindikasi, efek samping, harap merujuk pada brosur resmi (dalam bahasa Tionghoa) dan penjelasan langsung dari dokter.